lukas 17 ayat 11 19

Lukas17:1-6. 17:1. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. 17:2. Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini. 17:3. Lukas17:11-19. Geborg deur Bybel-Media. Ingenooi deur God. Ons raak bewus van ons diepste behoeftes, vrae en vrese en gee ons oor aan God. Ingaan in God se tyd. Ons betree God se wêreld en gaan in God se vrede in. Slideshow 1458722 by kennita Berikutini gambar ayat Mazmur 35:17-19 untuk anda, Mazmur 33:1-3. Berikut ini gambar ayat Lukas 16:10-11 untuk anda, Lukas 10:21. Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh kudus dan berkata :Aku bersyukur kepada-MU, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau Musuhdalam Selimut (Lukas 12:22-34) Nikahi yang kita kasihi dan Kasihi yang kita Nikahi (Matius 19:6 dan Kejadian 2:21-24) Pengharapan dari Kubur Kosong (1 Korinus 15:12-20) Serahkanlah Kepada Tuhan (Mazmur 31:6) Yesus Pulang Kampung (Lukas 24:50-53) Kristus Lahir di dunia membawa Sukacita (Lukas 2:8-20) Penyambut Natal yang Berhasil (Matius 2 NET 17:6 So 2408. tn Here δέ ( de) has been translated as “so” to indicate the implied result of previous action (s) in the narrative. the Lord replied, 2409. tn Grk “said.”. “If 2410. tn This is a mixed condition, with ἄν ( an) in the apodosis. you had faith the size of Welche Dating Seite Ist Komplett Kostenlos. 17Beberapa nasihat171-6 1 Mat. 186-7; Mrk. 942 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya ”Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. 2Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini. 3Mat. 1815 Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. 4Mat. 1822 Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.” 5Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan ”Tambahkanlah iman kami!” 6Jawab Tuhan ”Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”Tuan dan hamba177-10 7”Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang Mari segera makan! 8Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum. 9Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya? 10Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.”Kesepuluh orang kusta1711-19 11Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. 12Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh 13dan berteriak ”Yesus, Guru, kasihanilah kami!” 14Im. 141-32 Lalu Ia memandang mereka dan berkata ”Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir. 15Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, 16lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria. 17Lalu Yesus berkata ”Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? 18Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?” 19Lalu Ia berkata kepada orang itu ”Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”Kedatangan Kerajaan Allah1720-37Mat. 2423-28, 36-41 20Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya ”Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, 21juga orang tidak dapat mengatakan Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.” 22Dan Ia berkata kepada murid-murid-Nya ”Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya. 23Dan orang akan berkata kepadamu Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut. 24Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya. 25Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini. 26Kej. 65-8 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia 27Kej. 76-24 mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua. 28Kej. 1820–1925 Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. 29Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. 30Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya. 31Mat. 2417-18; Mrk. 1315-16 Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali. 32Kej. 1926 Ingatlah akan isteri Lot! 33Mat. 1039, 1625; Mrk. 835; Luk. 924; Yoh. 1225 Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya. 34Aku berkata kepadamu Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. 35Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.”[36Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.] 37Kata mereka kepada Yesus ”Di mana, Tuhan?” Kata-Nya kepada mereka ”Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar.” Terjemahan Baru Bible © Indonesian Bible Society 1974, Selebihnya Tentang Alkitab Terjemahan Baru Ang Salita ng Diyos SND Version Previous Next Pinagaling ni Jesus ang Sampung Ketongin11 Umahon si Jesus patungong Jerusalem. Nangyari na siya ay dumaan sa gitna ng Samaria at Galilea. 12 Sa kaniyang pagpasok sa isang nayon,sinalubong siya ng sampung lalaking may ketong. Ang mga ito ay nakatayo sa malayo. 13 Nilakasan nila ang kanilang tinig at kanilang sinabi Guro, kahabagan mo kami. 14 Nakita sila ni Jesus. Sinabi niya sa kanila Humayo kayo at magpakita kayo sa mga saserdote. At nangyari, sa paghayo nila, sila ay nalinis. 15 Nang makita ng isa sa kanila na siya ay gumaling, bumalik siya. Sa malakas na tinig, niluwalhati niya ang Diyos. 16 Nagpatirapa siya na nagpapasalamat kay Jesus. Ang lalaking ito ay isang taga-Samaria. 17 Sinabi ni Jesus Hindi ba sampu ang nilinis? Nasaan ang siyam? 18 Ang dayuhan lang bang ito ang bumalik upang magbigay ng kaluwalhatian sa Diyos? 19 Sinabi niya sa kaniya Bumangon ka at humayo. Pinagaling ka ng iyong pananam­palataya. Read full chapter Previous Next Pinagaling ni Jesus ang Sampung Ketongin11 Umahon si Jesus patungong Jerusalem. Nangyari na siya ay dumaan sa gitna ng Samaria at Galilea. 12 Sa kaniyang pagpasok sa isang nayon,sinalubong siya ng sampung lalaking may ketong. Ang mga ito ay nakatayo sa malayo. 13 Nilakasan nila ang kanilang tinig at kanilang sinabi Guro, kahabagan mo kami. 14 Nakita sila ni Jesus. Sinabi niya sa kanila Humayo kayo at magpakita kayo sa mga saserdote. At nangyari, sa paghayo nila, sila ay nalinis. 15 Nang makita ng isa sa kanila na siya ay gumaling, bumalik siya. Sa malakas na tinig, niluwalhati niya ang Diyos. 16 Nagpatirapa siya na nagpapasalamat kay Jesus. Ang lalaking ito ay isang taga-Samaria. 17 Sinabi ni Jesus Hindi ba sampu ang nilinis? Nasaan ang siyam? 18 Ang dayuhan lang bang ito ang bumalik upang magbigay ng kaluwalhatian sa Diyos? 19 Sinabi niya sa kaniya Bumangon ka at humayo. Pinagaling ka ng iyong pananam­palataya. Read full chapter dropdown Berterima kasih adalah hal yang mudah sekaligus sulit. Mudah karena kita semua dapat mengucapkannya. Hanya dua kata saja. Sulit karena kita seringkali lupa melakukannya. Ucapan terima kasih sering dipahami sebagai hal kecil dan sepele sehingga orang tidak merasa berdosa jika lupa berterima kasih. Tapi saudaraku, hal yang dianggap kecil dan sepele ini akan memprihatinkan dan fatal dalam hubungannya dengan Tuhan. Kitapun seringkali lupa berterima kasih dan mengucap syukur kepada Tuhan atas segala kebaikanNya. Tema khotbah kita hari ini dari Lukas 1711-19 adalah “BERSYUKUR DAN MULIAKAN ALLAH”. Kisah penyembuhan bagi 10 orang kusta ini pertama – tama menampilkan tentang Yesus sebagai Allah yang berkuasa menyembuhkan penyakit. Tapi juga menyampaikan pesan tentang hal bersyukur dan memuliakan Allah. Penyakit kusta dianggap sebagai aib dan kutukan. Orang yang sakit kusta dikucilkan. Itulah sebabnya 10 orang yang sakit kusta ini datang kepada Yesus dengan berdiri agak jauh dan berteriak minta tolong. Mereka tidak mengharapkan hal yang muluk – muluk. Mereka hanya mengharapkan belas kasihan. “Yesus, Guru, kasihanilah kami”. Teriakan yang singkat tapi menggambarkan penderitaan yang sangat besar. Penderitaan secara fisik sakit kusta yang menyakitkan tubuh dan mengancam nyawa. Juga penderitaan batin karena terbuang dan dikucilkan dari hubungan dengan sesama. Sepuluh orang kusta ini percaya bahwa Yesus sanggup menyembuhkan mereka. Mereka menaruh harapan besar kepada Yesus. Terbukti, ketika Yesus tidak secara langsung menyembuhkan mereka, Yesus menyuruh mereka “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam – imam”. Sepuluh orang kusta ini taat tanpa ragu. Mereka segera pergi melakukan perintah Yesus. Di tengah perjalanan terjadilah mujizat, mereka menjadi tahir. Betapa senangnya jika apa yang kita inginkan menjadi kenyataan. Tahir dari sakit kusta bukan hanya sekedar sembuh tapi juga pulih dalam hubungan dengan sesama. Sembilan orang kusta yang lain pergi berjumpa dengan keluarga dan orang – orang yang sebelumnya mengucilkan mereka. Kesembuhan diberi tapi mereka lupa sumber kesembuhan itu. Mereka tidak kembali untuk berterima kasih pada Yesus. Kesembuhan tidak menyentuh hati mereka. Mereka menerima anugerah Allah tetapi tidak merespons dengan dengan ucapan syukur. Hanya seorang dari mereka, yaitu orang Samaria. Namanya tidak dicatat tetapi kebangsaannya disebut. Orang Samaria sebenarnya memiliki hubungan darah dengan Yahudi tetapi orang Yahudi menolak orang Samaria. Maka Yesus memakai teladan orang Samaria untuk mengoreksi kehidupan orang Yahudi. Si Samaria tahu diri. Ia mengingat Yesus. Ia bukan hanya mematuhi perintah Yesus untuk menemui imam, tetapi juga kembali pada Yesus setelah sembuh. Ia kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring. Ia tersungkur menyembah Yesus. Ia mengucap syukur. Jika Sembilan orang lainnya mendahulukan relasi dengan sesama yang lain, si Samaria medahulukan relasi dengan Yesus. Ia merayakan relasi dengan Yesus, yang tadinya hanya bisa berdiri agak jauh. Orang Samaria melakukan apa yang tidak dilakukan orang Yahudi, yaitu bersyukur dan memuliakan Allah. Karena itu, orang Samaria ini, bukan hanya memperoleh kesembuhan fisik tahir dari sakit kusta tapi ia juga mendapatkan bonus luar biasa yaitu berkat keselamatan “… imanmu telah menyelamatkan engkau”. Orang Samaria menjadi teladan dalam hal iman. Beriman bukan saja taat melakukan perintah Allah tapi juga bersyukur dan memuliakan Allah. Pertanyaan Yesus “dimanakah yang sembilan orang itu? Itu juga menjadi pertanyaan yang menegor kita. Sebab sejujurnya hidup kita sama dengan Sembilan orang itu. Kita menerima kasih, keselamatan dan berkat – berkat yang tak terbilang banyaknya, kita yang mengalami pertolongan dan perlindungan Tuhan, tapi kita lupa mengucap syukur. Tuhan memberi berkat tetapi kita lupa pada sang sumber berkat itu. Banyak contoh dalam keseharian hidup kita. Manakah yang lebih banyak kita lakukan dalam hidup, saat sakit, saat kehabisan uang, saat bergumul bersyukur atau mengeluh? Memuliakan Allah atau bersungut? Apakah doa kita lebih banyak berisi daftar permintaan atau pujian kepada Allah? Apakah kerja dan pelayanan kita penuh sukacita atau beban? Allah telah menyatakan kebaikan bagi kita. Hidup kita adalah anugerahNya. Allah mewujudkan banyak harapan dan impian kita seperti mewujudkan harapan dan impian orang-orang yang sakit kusta. Karena itu, hidup bukan sekedar rutinitas biasa untuk dijalani. Hidup adalah mujizat untuk disyukuri. Banyak hal bisa kita lupakan dalam hidup kita tetapi jangan pernah melupakan Tuhan. Jangan lupa bersyukur dan memuliakan Allah. Bersyukur dan memuliakan Allah adalah wujud iman. Selamat Hari minggu. Tuhan memberkati Sa paglalakbay ni Jesus papuntang Jerusalem, nagdaan siya sa hangganan ng Samaria at Galilea. Nang papasok na siya sa isang nayon, sinalubong siya ng sampung ketongin. Tumigil ang mga ito sa may kalayuan at sumigaw, “Jesus! Panginoon! Mahabag po kayo sa amin!” Pagkakita sa kanila ay sinabi ni Jesus, “Lumakad na kayo at magpatingin sa mga pari.” Habang sila'y naglalakad, silang lahat ay gumaling at luminis. Nang mapuna ng isa na siya'y magaling na, nagbalik siyang sumisigaw ng pagpupuri sa Diyos. Nagpatirapa siya sa paanan ni Jesus at nagpasalamat. Ang taong ito'y isang Samaritano. “Hindi ba't sampu ang aking pinagaling at nilinis?” tanong ni Jesus. “Nasaan ang siyam? Wala bang nagbalik upang magpuri sa Diyos kundi ang dayuhang ito?” Sinabi ni Jesus sa kanya, “Tumayo ka na at umuwi. Pinagaling ka ng iyong pananampalataya.” 11 A caminho de Jerusalém, Jesus passou pela divisa entre Samaria e Ao entrar num povoado, dez leprosos dirigiram-se a ele. Ficaram a certa distância13 e gritaram em alta voz "Jesus, Mestre, tem piedade de nós! "14 Ao vê-los, ele disse "Vão mostrar-se aos sacerdotes". Enquanto eles iam, foram Um deles, quando viu que estava curado, voltou, louvando a Deus em alta Prostrou-se aos pés de Jesus e lhe agradeceu. Este era Jesus perguntou "Não foram purificados todos os dez? Onde estão os outros nove?18 Não se achou nenhum que voltasse e desse louvor a Deus, a não ser este estrangeiro? "19 Então ele lhe disse "Levante-se e vá; a sua fé o salvou".

lukas 17 ayat 11 19